VISITOR 47569
Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 29.605 GWH atau 23% total konsumsi listrik Indonesia, terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. || Konsumsi energi Listrik di Indonesia terfokus di Jawa – Bali atau sebesar 78% dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional, karena 68% konsumennya berada di pulau Jawa-Bali. Bagian Indonesia yang lain mendapatkan porsi yang lebih kecil. || Konsumsi energi Listrik paling besar di sektor Rumah tangga, yakni sebesar 33% || Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh sama dengan mematikan 1 pembangkit listrik || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh sama dengan Menghemat 267,3 ton CO2 || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh = Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya) || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh= Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya) || Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-w

Warga Diimbau Hemat Energi

Warga Jakarta pada Sabtu (28/3) malam akan menjadi bagian dari aksi internasional dalam mengatasi dampak pemanasan global. Warga diimbau memadamkan listrik selama satu jam.

Aksi yang bertajuk Earth Hour ini merupakan kampanye perubahan iklim global yang digagas World Wildlife Fund (WWF). Para individu, pelaku bisnis, dan pemerintah dari berbagai negara di semua belahan dunia, akan mematikan lampu selama satu jam sebagai pernyataan dukungan upaya penanggulangan perubahan iklim pada Sabtu, 28 Maret pukul 20.30 WIB-21.30 WIB.

Dalam aksi yang digelar kali pertama di Indonesia ini, warga Jakarta akan bergabung dengan lebih dari 83 negara dan DKI Jakarta menjadi bagian dari 2.712 kota di dunia dalam aksi global pemadaman listrik.

'' Earth Hour ini merupakan langkah awal dari satu perjalanan panjang yang akan kita tempuh bersama-sama, jika kita ingin membuktikan bangsa Indonesia yang besar, kaya sumber daya alam, banyak jumlah penduduknya, bisa juga menjadi bangsa yang hemat dan bermartabat dalam menggunakan energi ke depannya,'' ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang juga duta  Earth Hour 2009, Jumat (27/3).

Pemprov DKI Jakarta, terang dia, akan mematikan listrik di lima ikon Ibu Kota pada jam tersebut. Monumen Nasional berikut air mancurnya, Bundaran Hotel Indonesia berikut air mancurnya, patung pemuda, air mancur arjuna wiwaha (patung kuda), dan Gedung Balai Kota. ''Beberapa perusahaan pun sudah berkomitmen untuk mengikuti aksi ini,'' tukasnya.

Anggota Badan Pengurus WWF-Indonesia, Rizal Malik, menyatakan 19 persen pemakaian listrik di Jakarta adalah untuk kebutuhan konsumsi. ''Jadi, jika pada 28 Maret seluruh pihak maupun korporasi memadamkan lampu mereka selama satu jam, saya rasa, Jakarta tidak akan berhenti. Kami kira seluruh masyarakat bisa berpartisipasi di dalamnya.'' kata dia.

Harapan Fauzi Bowo dan WWF-Indonesia untuk turut melibatkan korporasi, klaim dia, diamini oleh sejumlah mitra korporasi WWF-Indonesia yang terdiri atas instansi pemerintah dan pihak swasta.Pasalnya, kata Rizal, mereka juga telah menyatakan dukungan dan komitmennya terhadap kampanye global  Earth Hour dengan mematikan gedung perkantoran mereka pada Sabtu (28/3).

Korporsi yang akan terlibat, di antaranya, Citibank, Garuda Indonesia Airlines, Grand Indonesia, HSBC, Panasonic, Polygon Cycle, Yayasan Sampoerna Foundation, Price Waterhouse Coopers, Standard-Chartered Bank, SHARP, Coca-Cola Indonesia, dan Nestle Indonesia, telah tercatat sebagai partisipan korporasi  Earth Hour 2009.

Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia, Fitrian Ardiansyah, berharap kampanye  Earth Hour jangan hanya menjadi acara satu harian yang berlalu tanpa kesan.Namun, dia mengharapkan, menjadi program jangka panjang. Sehingga, Jakarta menjadi  sustainable city dengan melaksanakan program tersebut secara berkesinambungan.

''Aksi mematikan lampu satu jam satu hari ini diharapkan menjadi semacam gong bahwa program  sustainable city itu penting bagi Jakarta.''Fitrian menerangkan, WWF memilih Jakarta karena konsumsi listrik Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama Jakarta. ''Sekitar 20 persen konsumsi listrik di Indonesia terserap di Jakarta,'' katanya.

Berdasarkan data yang dirilis WWF, mematikan lampu selama satu jam di wilayah Jakarta akan menghemat 10 persen dari konsumsi listrik rata-rata per jamnya atau sekitar 300 megawatt. Daya itu cukup untuk mengistirahatkan satu pembangkit listrik dan mampu menyalakan 900 desa. c89

Link:www.republika.co.id

DENGARKAN IRAMA BUMI
 
VIDEO
 
BERITA TERKINI
 
SUPPORTER

Jadikan lagu ini nada sambung pribadi Anda
Klik disini untuk informasi lebih lanjut »
  Kumpulan video kiriman dari simpatisan
Earth Hour di Indonesia

Ayo kirimkan karyamu segera »
 
29.06.2010
Earth Hour 2010 - Sebelum Dan ...
28.06.2010
Gubernur Jawa Barat Minta Bupati ...
20.05.2010
Olah Sampah Dalam Bunker
18.05.2010
Satu Jam Untuk Bumi
07.05.2010
DKI Pelopori Green Building Dengan ...
06.05.2010
DKI Rintis Pembentukan BUMD Energi
berita lainnya »