VISITOR 47563
Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 29.605 GWH atau 23% total konsumsi listrik Indonesia, terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. || Konsumsi energi Listrik di Indonesia terfokus di Jawa – Bali atau sebesar 78% dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional, karena 68% konsumennya berada di pulau Jawa-Bali. Bagian Indonesia yang lain mendapatkan porsi yang lebih kecil. || Konsumsi energi Listrik paling besar di sektor Rumah tangga, yakni sebesar 33% || Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh sama dengan mematikan 1 pembangkit listrik || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh sama dengan Menghemat 267,3 ton CO2 || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh = Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya) || Hemat konsumsi listrik 300 Mwh= Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya) || Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-w

Gerakan Hemat Energi Nasional

Tepat pukul 20.30 WIB, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang juga menjadi Duta Earth Hour Indonesia secara simbolik mematikan lampu di pelataran Balikota Jakarta yang menandakan dimulainya pemadan lampu selama satu jam. Meski baru pertama kali dilakukan di Indonesia, kampanye ini telah dilakukan oleh lebih 20 ribu perumahan dan 60 pengelola gedung di DKI Jakarta, Bandung, dan Bali. Hasilnya, pemadan selama satu jam ini telah dapat menghemat 50 MW listrik hanya dari wilayah DKI Jakarta saja.

Pemadaman lampu selama satu jam ini pertama kali tercetus dua tahun silam di Sydney yang didukung wlikotanya dan sekitar 22 juta penduduknya. "Karena ada pemikiran bahwa salah satu kontribusi besar isu perubahan iklim adalah pemakaian energi terutama dari listrik" terang Direktur Program Perubahan Iklim dan Energi WWF-Indonesia Fitrian Ardiansyah. Kemudian pada tahun berikutnya atau pada 2008, ada sekitar 775 kota di 35 negara yang terlibat.

Saat ini termasuk Jakarta, ada 1.000 kota di sektar 85 negara dan diperkirakan ada sekitar 1 miliar orang yang terlibat. Kalau semua warga Jakarta terlibat, akan hemat listrik sekitar 300 MW atau sebanding satu pembangkit listrik. Hal ini bisa membantu 900 desa yang belum teraliri listrik. Melihat keadaan seperti ini, perlu sekali dilakukan penyadaran tentang hemat energi tidak hanaya pada tingkat mahasiswa, tapi juga anak-anak dan ibu rumah tangga. 

Sekretaris PT PLN Supriyanto mengatakan program pengematan listrik ini disambut postif oleh karyawannya. Namun untuk merubah budaya masyarakat yang biasa disubsidi listrik ini memang diakuinya sangat berat. Namun yang pasti program pengematan listrik telah dilakukan sendiri oleh penyedia perubahan listrik ini. Di antaranya bangunan gedung yang dipenuhi jendela hingga ruangan terlihat lebih terang. Tak hanya itu, lampu penerang diganti dengan hemat energi, pendingin ruangan cukup diatur tingkat sejuk dan bila akan meninggalkan kantor AC atau komputer dimatikan. Dengan upaya pemangkasan ini, Supriyanto ngatakan PLN telah menghemat sekitar Rp 120 juta.

Sumber: DAAITV (TalkShow "Meniti Harapan" 2 April 2009)

DENGARKAN IRAMA BUMI
 
VIDEO
 
BERITA TERKINI
 
SUPPORTER

Jadikan lagu ini nada sambung pribadi Anda
Klik disini untuk informasi lebih lanjut »
  Kumpulan video kiriman dari simpatisan
Earth Hour di Indonesia

Ayo kirimkan karyamu segera »
 
29.06.2010
Earth Hour 2010 - Sebelum Dan ...
28.06.2010
Gubernur Jawa Barat Minta Bupati ...
20.05.2010
Olah Sampah Dalam Bunker
18.05.2010
Satu Jam Untuk Bumi
07.05.2010
DKI Pelopori Green Building Dengan ...
06.05.2010
DKI Rintis Pembentukan BUMD Energi
berita lainnya »